BumDes

Budidaya Ayam Petelor yang di Kelola oleh Bumdes Karya Sirang Pitu Desa Miawa dalam Program Ketahanan Pangan

Foto Berita

Budidaya Ayam Petelor untuk Program Ketahanan Pangan : Inisiatif Bumdes Karya Sirang Pitu Desa Miawa Pada tanggal 11 September 2025, pukul 07.30 pagi, proses pertama dalam pembutan Kandang Ayam Petelor. Budidaya Ayam Petelor ini adalah Sebuah langkah ambisius dilakukan oleh Bumdes Karya Sirang Pitu Desa Miawa, yang terletak di RT.005/002 Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin. Langkah tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang bertujuan mendukung ketersediaan pangan bergizi, meningkatkan perekonomian masyarakat, mengurangi ketergantungan pasokan luar, serta mendorong pemberdayaan dan peluang usaha baru bagi warga setempat. Salah satu kegiatan unggulan yang dijalankan dalam upaya mencapai tujuan tersebut adalah budidaya ayam petelor. Ayam petelor dipilih karena kualitas telornya yang tinggi serta kemampuan adaptasinya yang baik terhadap lingkungan setempat. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan produksi telur dan daging ayam secara lokal, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan sumber protein yang berkualitas. Budidaya ayam petelor tidak hanya memberikan manfaat dari segi pangan, tetapi juga secara ekonomi dengan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan budidaya ayam petelor ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan wilayah, dengan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. Hal ini juga sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kedaulatan pangan dan mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga pangan di pasar global. Diharapkan bahwa melalui inisiatif seperti ini, Bumdes Karya Sirang Pitu Desa Miawa dapat menjadi contoh yang menginspirasi dan mendorong perkembangan program ketahanan pangan di berbagai desa lainnya. Semoga langkah-langkah progresif ini dapat terus didukung dan menjadi titik tolak bagi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.